PUSPIPTEK

BRIN Berkolaborasi dengan Perusahaan Pemula Berbasis Riset dalam Mengelola Limbah Masker

Pada Hari Kamis, 25 Agustus 2022, Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (PR SPB & PDH),   Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PR BB), Direktorat Audit Teknologi dan PT. Medco Energi bersama PT. BRIND (PT. Bumi Recycling Indonesia) melakukan kunjungan  industri daur ulang/ recycling  plastik di Daerah Dadap-Kosambi, Tangerang.

PT. BRIND merupakan Perusahan Pemula Berbasis Riset (PPBR) yang akan melakukan hilirisasi salah satu inovasi periset BRIN dalam mengelola limbah masker yang berasal dari masyarakat (bukan masker penggunaan tenaga kesehatan dan rumah sakit).

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat proses pembuatan bijih plastik dari limbah masker dan pembuatan produk pot tanaman.

Tim dari PR SPB & PDH  yang terdiri dari Ir. FM Erny S.A Soekotjo, M. Sc Riana Yenni Hartana Sinaga, S.T, M. Agr,  Mulyono, S.Si, M. Phil, Hismiaty Bahua, S.T, M.T  selanjutnya melakukan kajian penilaian daur hidup ( Life Cycle Assesment/ LCA) dari proses daur ulang masker mulai pengumpulan masker sampai pencetakan  produk.

Kegiatan ini diawali dari kepedulian terhadap penanganan sampah di pinggir sungai dimana para pemulung hanya tertarik untuk mengambil sampah botol dan kemasan  besar lainnya,  sementara sampah masker dibuang kembali ke sungai.   Dari sini dimulailah gerakan untuk mengumpulkan sampah non infeksius atau yang dipakai masyarakat sehari-hari, dan tidak termasuk masker limbah  dari rumah sakit atau tenaga kesehatan  yang dikategorikan limbah berbahaya dan beracun.

Tidak berhenti pengumpulan limbah masker, gerakan ini kemudian mengusulkan proposal Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) ke BRIN untuk melakukan hilirisasi hasil inovasi yang dikembangkan BRIN dalam mengolah limbah masker sebagai produk cetak, dalam hal ini pot tanaman.

Melalui para relawan di segala penjuru Nusantara, limbah masker dikumpulkan selain juga melalui kotak/ box drop masker yang diletakan di beberapa titik perkantoran.  Di dalam proses pengumpulan limbah masker dilakukan pencucian jika diperlukan,  desinfeksi dan ozonasi dan memisahkan kawat pada beberapa model masker serta menggunting tali masker.

Proses selanjutnya adalah penghancuran limbah masker menjadi potongan-potongan kecil untuk siap dilelehkan kembali menjadi pellet atau biji plastik.

Setelah menjadi biji plastik maka dapat dicetak menjadi produk-produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

Siklus inilah yang nantinya akan dihitung keberlanjutannya melalui Life Cycle Assessment atau LCA oleh Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup. (nas/edt.aj)