PUSPIPTEK

BRIN GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION DALAM MENDUKUNG INOVASI SOSIAL, KELEMBAGAAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA AGROINDUSTRI SERAT BAHAN ALAM BERKELANJUTAN

Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada tanggal 29 Juli 2022 mengadakan Focus Group Discussion (FGD) series ketiga dengan topik “Inovasi Sosial, Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat Pada Agroindustri Serat Bahan Alam Berkelanjutan”. FGD series ketiga ini merupakan rangkaian kegiatan dari Focus Group Discussion (FGD Series) Potensi Pemanfaatan Bahan Alam Dalam Mendukung Sustainability Industry Pulp dan Kertas Sebagai Penggerak Perekonomian Indonesia yang berlangsung dari tanggal 27 Juli 2022 hingga hari ini.

Dalam FGD serie ketiga ini, Pusat Riset Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (Pusat Riset SPBPDH) menghadirkan beberapa narasumber diantaranya adalah Dr.Ir. Rully Dyah Purwati, M.Phil (Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Pemanis Dan Serat – Kementerian Pertanian), Dr.Ir. Syahyuti, M.Si (Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Koperasi, Koorperasi dan Ekonomi Kerakyatan BRIN), Dr. Ir. Ira Nurhayati Djarot, M.Sc (Peneliti Ahli Madya – Ketua Kelris Bioindustri Berkelanjutan dan Teknologi Kimia Hijau, Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup BRIN), serta Moch. Irvan Kusumandiyoko (Asosiasi Petani Pisang).

Kepala Pusat Riset SPBPDH Nugroho Adi Sasongko, Ph.D, IPU membuka acara FGD series ketiga dengan topik “Inovasi Sosial, Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat Pada Agroindustri Serat Bahan Alam Berkelanjutan” ini dan dilanjutkan dengan sesi paparan dari narasumber. FGD series ketiga ini diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting dan kanal youtube live streaming Sustainability BRIN. Ada 103 orang peserta yang mengikuti FGD series ketiga ini melalui zoom meeting. Setelah sesi paparan dari beberapa narasumber, acara berikutnya dilanjutkan oleh sesi diskusi dan tanya jawab.

Sesi paparan pertama diisi oleh narasumber  Dr.Ir. Rully Dyah Purwati, M.Phil dengan materi pengembangan perbenihan dan produksi bahan alam penghasil serat berkelanjutan. Rully menyampaikan keunggulan serat abacca dibandingkan dengan serat alam lainnya yaitu lebih kuat, panjang, lenting, lentur, tahan lembab, tahan air garam dan air tawar. Selain itu Rully juga menjelaskan sejarah pengembangan abacca di Indonesia dan pengembangan perbenihan abacca yang terbagi menjadi produksi benih abacca konvensional dan dengan kultur jaringan.

Narasumber kedua, Dr.Ir. Syahyuti, M.Si memaparkan inovasi sosial, kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat pada agroindustri serat bahan alam berkelanjutan. Syahyuti menyampaikan materi agribisnis tanaman serat sebagai ekonomi kerakyatan dan template pengembangan tanaman serat dalam kawasan oleh korporasi petani dalam bentuk master plan. Selain itu, Syahyuti juga menyampaikan langkah-langkah rancang bangun kelembagaan agribisnis dan pengembangan agribisnis tanaman serat pada kawasan oleh korporasi petani.

Dr. Ir. Ira Nurhayati Djarot, M.Sc sebagai narasumber ketiga memaparkan penilaian daur hidup berkelanjutan dari budidaya dan pengolahan pisang abacca (Musa textilis) dalam konteks lingkungan – sosial – ekonomi. Dalam paparannya, Ira menyampaikan tentang rantai nilai abacca dimana terbagi menjadi tiga yaitu production, processing, marketing and trading yang memilik tantangan dan peluang masing-masing. Ira juga menyampaikan tahapan LCA (Life Cycle Assesment) dalam sistem pertanian dan LCA pada produk industri abacca. Selain itu, dalam paparannya Ira menyebutkan sustainability of abacca fiber memiliki dimensi keberlanjutan dalam aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial.

Narasumber terakhir, Moch. Irvan Kusumandiyoko dari Asosiasi Petani Pisang menyampaikan perlunya edukasi dan dukungan pemerintah pada para petani terkait dengan program-program yang diberikan kepada petani agar proses yang dilakukan dapat berkelanjutan terutama dalam pertanian pisang, mulai dari proses pembenihan, pemupukan hingga proses pertanian.

Berakhirnya FGD series ketiga ini menjadi penutup berakhirnya kegiatan FGD Series Potensi Pemanfaatan Bahan Alam Dalam Mendukung Sustainability Industry Pulp dan Kertas Sebagai Penggerak Perekonomian Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Riset SPBPDH.naru/ed.aj