PUSPIPTEK

BRIN Gelar Konsolidasi Periset Pertanian dan Pangan Multilokasi

Humas Brin. Sebanyak 122 periset yang tersebar pada 33 provinsi di Indonesia mengikuti konsolidasi riset pertanian pangan yang diadakan oleh Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN pada (25/08) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie  Tangerang Selatan. Dalam rangkaian kegiatannya, para periset mengunjungi fasilitas coworking space dan laboratorium pertanian pangan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka melaksanakan fungsi penelitian, pengembangan, pengkajian serta penerapan teknologi pertanian dan pangan.

Pada sambutannya, Kepala ORPP BRIN Puji Lestari, menyebutkan bahwa konsolidasi dilakukan dalam rangka memperkuat potensi sumber daya manusia yang terdiri dari periset dan perekayasa pasca integrasi BRIN. “Konsolidasi ini kami harapkan dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan di bidang pertanian dan pangan karena dimungkinkan untuk terjadinya sinergi antara peneliti dan perekayasa yang tersebar di berbagai wilayah dengan keunikannya masing-masingujar Puji.

Setelah para periset mengunjungi fasilitas coworking space dan laboratorium, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara para periset. Kepala Pusat Riset Agroindustri Mulyana Hadipernata membuka sesi diskusi dengan menjabarkan program riset BRIN serta motivasi bagi para periset baru. Dengan dinamika organisasi yang baru terbentuk, Mulyana berharap para periset dapat fokus agar dapat melaksanakan riset yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Dengan adanya integrasi BRIN, periset akan dapat melakukan riset dengan maksimal karena BRIN menyediakan berbagai macam skema pembiayaan riset serta kemudahan dalam pengurusan jabatan fungsional”, ungkap Mulyana.

Kegiatan diskusi dilanjutkan dengan paparan dari Prof. Rubiyo dan Prof. Titiek Djaafar sebagai periset senior di bidang pertanian dan pangan yang membagikan pengalamannya baik secara teoritis maupun praktis. Pada paparannya, Rubiyo menekankan bahwa Indonesia memiliki iklim biodiversitas yang tergolong sangat variatif. Periset memiliki tugas untuk membawa riset agar dapat dilakukan hilirisasi sehingga dapat menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Titiek menyebutkan bahwa kunci kolaborasi adalah jangan berbuat curang dalam melakukan riset. Dikatakan bahwa hingga saat ini tetap menggunakan prinsip tersebut dalam melakukan riset. “hal ini berdampak pada tingginya keberhasilan riset yang telah dilakukan bersama tim”, ujar Titiek. lebih lanjut, keberhasilan riset yang telah dilaksanakan seperti hilirisasi inovasi teknologi salak pondoh, pengembangan produk coklat probiotik, serta pengawetan dan pengemasan segar salak pondoh yang berhasil meningkatkan ekspor buah ke Jerman, jelasnya.(RM_hmsS2/ed_LH)