PUSPIPTEK

Diskusi Riset Ekolabel Komoditas Perkebunan Rakyat yang Berkelanjutan di Provinsi Jawa Timur

Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, Badan Riset dan Inovasi Nasional melakukan serangkaian kunjungan Kemitraan di Provinsi Jawa Timur. Bertepatan pada Hari Selasa tanggal 5 Juli 2022, Tim Periset Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (PR SPBPDB)-BRIN melakukan kunjungan ke Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur sekaligus berdiskusi terkait riset ekolabel komoditas perkebunan rakyat yang berkelanjutan.

Pada kunjungan tersebut, Nugroho Adi Sasongko selaku Kepala PR SPBPDH – BRIN disambut oleh Anik selaku Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur serta Handayani selaku Kepala Sub Bagian Pengawas Mesin Alsintan. Agenda kunjungan tersebut diawali dengan paparan periset BRIN terkait Perkenalan Pusat Riset serta paparan Perdagangan Global Berbasis Ekolabel dan Carbon Footprint.

Jawa Timur merupakan Provinsi yang memiliki peningkatan signifikan terhadap kinerja ekspor non-migas di tengah masa pemulihan ekonomi pasca pandemi. Empat sektor unggulan Provinsi Jawa Timur meliputi Kopi, Kakao, Minyak sawit, Produk Hortikultura dan Tanaman Pangan lainnya. Komoditas kopi di Provinsi Jawa Timur mencatatkan rekor ekspor sebesar 16 ribu ton. Komoditas tersebut sebagian besar didominasi dari perkebunan rakyat. Capaian Kinerja ini tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak baik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, SKPD, OPD, Pemda terkait serta pelaku usaha. Sebagai tindak lanjut dari diskusi, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur bersedia membantu periset BRIN terkait pengiriman kuesioner kepada responden pelaku usaha di Provinsi Jawa Timur.

Tim Periset BRIN telah merangkum berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Petani dalam menghadapi tantangan perdagangan global berbasis ekolabel. Kelompok petani mengalami kesulitan dalam menjaga kualitas akibat belum ketersediaan inovasi teknologi tepat guna baik pada penanaman maupun pasca panen. Selain itu Kelompok Petani juga terbebani dengan besarnya biaya sertifikasi produk.(nas/edt.aj)