PUSPIPTEK

Gaji PPNPN Dibedakan Menurut Jenjang Pendidikan

 

Tangerang Selatan (06/03/2019) – Kepala PUSPIPTEK Sri Setiawati membuka acara sosialisasi surat edaran Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti tentang besaran honorarium Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNPN) di lingkungan unit utama Kemenristekdikti, Rabu (06/03). Dalam kegiatan yang diadakan di Gedung Widya Bhakti PUSPIPTEK, Sri Setiawati menjelaskan bahwa gaji PPNPN akan dibedakan menurut jenjang pendidikan kecuali untuk anggota unit satuan pengamanan dan pengemudi.

“Surat Edaran Sekjen Nomor 27/A.A3/SE/2019 tanggal 1 Februari 2019 mengkategorikan gaji PPNPN SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, Doktor dan satuan pengamanan terpisah,” ungkapnya.

PPNPN merupakan komponen Aparatur Sipil Negara dimana PPNPN diperlukan untuk mengisi peta jabatan sebuah lembaga pemerintah yang belum terisi oleh Pegawai Negeri Sipil sehingga kontrak kerja dibuat per tahun oleh Pejabat Pembuat Komitmen. “Yang perlu dipahami adalah bapak dan ibu (PPNPN=red) yang mengisi jabatan tertentu dalam sebuah organisasi misalnya perencanaan kemudian diambilah PPNPN yang bersifat sementara. Ketika kemudian nanti direkrut maka PPNPN akan diberhentikan kecuali ada formasi lain,” jelas Sri Setiawati.

Acara sosialisasi ini bertujuan untuk menginformasikan mengenai gaji PPNPN PUSPIPTEK yang akan dikategorikan menurut jenjang pendidikan, yaitu Rp 3.340.000,00 untuk PPNPN dengan jenjang pendidikan SD sederajat  sampai dengan Rp 3.940.000,00 untuk PPNPN dengan jenjang pendidikan Doktor dan Rp 3.555.000,00 untuk unit satuan pengamanan PUSPIPTEK.

Kepala PUSPIPTEK menambahkan adanya aturan baru yang akan diberlakukan yaitu  potongan sebesar Rp 20.000,00 apabila pegawai melakukan terlambat hadir lebih dari 1 jam dari batas jam kehadiran, tidak hadir dengan izin atau tanpa izin, dan sakit tanpa menyantumkan surat dokter.

Ada beberapa jenjang karir yang akan mengalami penurunan gaji dari gaji PPNPN bulan Februari tapi Kepala PUSPIPTEK mengungkapkan gaji telah dibuat sesuai dengan aturan. Namun demikian Sri Setiawati menghimbau agar para pegawai tetap semangat  dan menunjukkan integritasnya dalam bekerja karena semua punya sistem dimana satu sama lain punya ketergantungan sehingga kita harus punya daya kreasi, inovasi, dan kemauan untuk berubah.

“Mari kita sama-sama menunjukkan kinerja kita, yang penting kinerja kita harus dibuktikan, harus lebih dari yang biasanya karena kemudian gajinya dinaikan,” pintanya.