PUSPIPTEK

Hulu Hilir Sagu Rakyat di Provinsi Aceh; BRIN dan Fakultas Pertanian UNSYAH menandatangani PKS

November, 2022. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dengan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK) berjalan dengan lancar. Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur hidup (PRSPBPD) Organisasi Riset dan Manufaktur yang dipimpin oleh Kepala Pusat Riset, Nugroho Adi Sasongko, S. T., M.Sc., Ph.D menandatangani PKS di Ruang Dekan Fakultas Pertanian USK, Darussalam Banda Aceh. Dekan FP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc menyambut baik kerja sama ini. Acara penandatanganan ini juga dihadiri oleh beberapa pimpinan program studi, dari unsur ketua prodi dan sekretaris prodi.

Pada kesempatan ini, Kepala Pusat Riset juga mensosialisasikan beberapa program BRIN yang melibatkan perguruan tinggi, berupa Program Visiting Researcher, Post Doctor, Research Assistant dan mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Fakultas Pertanian USK mendapatkan satu kesempatan mengikuti program Post Doctor yaitu Dr. Allaily, S.Pt., M.Si. Program ini berjalan selama 1 tahun dengan output berupa publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Kerja sama ini melibatkan beberapa dosen dari tiga program studi FP USK, yaitu: Peternakan, Kehutanan dan Agrotek. Penelitian Sagu Rakyat yang diamati berupa proses dan dampaknya terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan. Rangkaian proses industri sagu rakyat dari hulu ke hilir ini memilih tiga daerah tingkat dua di Provinsi Aceh yaitu: Pidie, Aceh Selatan dan Simeuleu. Tiga daerah tersebut merupakan sumber sagu potensial terbanyak di Provinsi Aceh. Selanjutnya secara khusus akan melihat dampak pemberian limbah pengolahan sagu berupa ampas sagu dengan teknologi fermentasi terhadap itik petelur. (AY/edt.aj)