PUSPIPTEK

JALIN KERJASAMA DENGAN UPN VETERAN YOGYAKARTA

Yogyakarta, 8 Juli 2022 Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (PR SPBPDH) – Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN sepakat menjalin Kerjasama dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta terkait Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Hal ini diawali dengan audiensi Kepala Pusat Riset SPBPDH, Nugroho Adi Sasongko, PhD, IPU  kepada Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. Mohammad Irhas Effendi, M.S, Lingkup Kerjasama yang didiskusikan diantaranya  tukar menukar informasi dalam ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk menunjang pendidikan dan pengajaran termasuk pemberdayaan sumber daya manusia serta pemanfaatan laboratorium dan fasilitas yang dimiliki oleh kedua belah pihak untuk mendukung kegiatan penelitian dosen, periset, dan mahasiswa.

Dr. Mohammad Irhas Effendi, M.S, mengharapkan bahwa silaturahmi  ini akan ditindaklanjuti dengan MOU antara BRIN dengan UPN Veteran Yogyakarta yang bisa  menjadi payung untuk berbagai sinergi yang akan dibangun seperti kerjasama penelitian, pengembangan jurnal, research asisten dan magang mahasiswa serta agenda-agenda lainnya. “Selain itu, Kerjasama ini juga akan mendasari kegiatan percepatan implementasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” imbuh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Drs, Kamid, M.Si, yg turut hadir dalam audiensi. Ia juga berharap melalui kerjasama ini akan ada sinergi kolaborasi dalam pelaksanaan aktivitas riset terutama dalam pengembangan energi baru terbarukan mendukung pembangunan berbasis SDGs.

Pemerintah telah mencanangkan lima prioritas energi baru terbarukan (EBT) dalam Prioritas Riset Nasional 2020-2024. Pertama, riset terkait bahan bakar nabati dengan target menghasilkan bahan bakar yang 100% berasal dari bahan baku kelapa sawit. Tujuannya untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Kedua, riset biogas yang banyak dipakai terutama di perkebunan sawit. Biogas merupakan alternatif terbaik untuk penyediaan listrik di tempat-tempat yang relatif terpencil. Ketiga, riset Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) skala kecil, mengingat sangat mahalnya investasi yang dibutuhkan pada pembangkit berskala besar. Keempat adalah baterai listrik, dan terakhir, pemerintah tetap menjaga pengembangan teknologi nuklir untuk memastikan pemenuhan kebutuhan listrik saat ekonomi Indonesia semakin tumbuh di masa yang akan datang dengan mematuhi Paris Agreement atau green economy. Ditambahkan Nugroho, bahwa dalam rangka kajian green technology dan green economy, pihaknya juga mengembangkan penelitian berbasis ekonomi sirkular dalam sistem agro industri. Selama ini, ekonomi bersifat linier di mana limbahnya tidak terurus dan menjadi beban. “Dengan ekonomi sirkular, limbah yang muncul dari kegiatan agroindustri akan diolah kembali, bisa diolah menjadi bahan lainnya, tapi sebagian bisa menjadi energi,” imbuhnya.

“Setiap kampus memang dituntut untuk bersinergi agar dapat saling memberikan masukan agar dapat berkembang dan maju bersama-sama,” ungkap Irhas. Hal ini juga diamini oleh Ketua LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Hendro Widjanarko, SE., MM., yang berharap agar segera teralisasi agenda-agenda kerjasama yang telah direncanakan sebelumnya melalui kegiatan rencana ke depan Pusat Kolaborasi Riset Technology and Informatics Institute for Sustainability (TIIS) yang merupakan kolaborasi BRIN dengan beberapa Universitas di Indonesia, diantaranya UGM, UPN Veteran Yogyakarta, Trisakti, ITB, ITS, UI dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).nas/aj