PUSPIPTEK

Kolabarasi BRIN dengan PSLH-UGM dalam Mendukung Strategi Manajemen Sumber Daya Air Tanah Berkelanjutan untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Senin (19/09), Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (PR SPBPDH) BRIN, Mengadakan webinar dengan tagar guest lecture (#guestlecture) yang merupakan agenda lanjutan kerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada. Webinar ini mengangkat topik “Innovation for Tackling Climate Change”. Selain mengadakan webinar melalui zoom, acara ini juga digelar secara offline di Sugeng Martopo Building, PSLH-UGM Yogyakarta.

Acara ini menghadirkan Prof. Martin Anda, Ph.D (Academic Chair of Environmental Engineering, Murdoch University, Australia) sebagai narasumber (invited speaker). Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Pusat Riset SPBPDH, Nugroho Adi Sasongko, Ph.D, IPU. Dalam Sambutannya, Nugroho menyampaikan acara ini merupakan langkah baik dari tindak lanjut kerjasama yang dilakukan BRIN khususnya Pusat Riset SPBPDH dengan PSLH-UGM.

Acara berikutnya merupakan acara inti yang dipandu oleh moderator Dr. Wahyu Yun Santoso, S.H., M.Hum., LL.M. Dimulai dengan keynote speaker, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc. (Director of PSLH-UGM) mengenalkan tentang PSLH-UGM yang memiliki komitmen untuk membangun research for education yang sering dikenal dengan nama “Pelatihan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Dalam pembukaannya Pramono menyampaikan acara ini adalah lanjutan kegiatan kolaborasi dengan BRIN setelah penandatangan komitmen.

Prof. Martin menyampaikan paparannya mengenai “Innovations for Tackling Climate Change: Environmental Engineering” dengan pembahasan pertamanya mengenai Groundwater Sustainability: Yogyakarta. Dalam paparannya, Prof. Martin menjelaskan Yogyakarta sejak tahun 1970 mengalami penurunan sumber daya air tanah secara sistematis karena meningkatnya populasi dan kegiatan industrial. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengembangkan strategi manajemen air tanah berkelanjutan di Yogyakarta dengan fokus untuk memperbaiki kualitas dan Kuantitas air tanah di daerah tersebut.

Beliau juga menjelaskan, daerah Sleman dan Wates memiliki kemiripan dalam tekstur penyusun dasar tanahnya. secara umum penggunaan air tanah di Perth dan di Yogyakarta memiliki kesamaan untuk penggunaannya sebagai air minum dan irigasi. Mengingat penggunaan air tanah yang sangat fundamental, maka penting untuk mengetahui kontaminan yang terkandung dalam air tanah yang berpotensi memilki dampak buruk seperti logam berat, patogen, klorida, dan senyawa lainnya.

Metode untuk menambah kuantitas air tanah sangat mungkin dilakukan di wilayah bagian utara dan timur laut. Metode penambahan kuantitas air tanah dapat dilakukan dengan cara membuat penampungan yang berbentuk seperti danau atau cekungan besar dengan tujuan untuk menampung air hujan. Hal ini penting dilakukan mengingat tampungan air hujan tersebut mampu melarutkan dan mengencerkan kontaminan berbahaya yang mungkin terkandung dalam air tanah itu. Selain membuat cekungan, salah satu metode yang lebih efektif dari segi biaya, perawatan, dan debit air adalah sumur injeksi.

Sebelum memasuki sesi paparan kedua mengenai Groundwater Sustainability: Easter Indonesia, MOderator membuka sesi tanggapan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanggapi paparan sesi pertama Prof. Marrtin. Memasuki sesi kedua, dalam paparannya Prof. Martin menjelaskan project New Colombo Plan 2018-2020 dimana tempat penelitian untuk dilakukannya uji coba Solar PV Powered Reserve Osmosis Seawater Desalination (PVRO Desalination System) adalah di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah paparan sesi kedua berakhir, acara berikutnya adalah sesi diskusi dan tanya jawab dimana sesi ini berlangsung interaktif. Peserta yang mengikuti acara ini melalui zoom meeting berjumlah 130 orang; dihadiri offline 23 mahasiswa S1 dan 30 Mahasiswa Pasca Sarjana. Acara luring dikoordinasikan para periset dari kelompok Riset 11 yang berdomisili di D.I. Yogyakarta (Diketuai Dr. Tri Martini) dan 12 yang berdomisili di Jawa Tengah (diketuai Dr. Forita).

Acara diakhiri dengan kunjungan ke roof toop Sugeng Martopo Building yang berkonsep Green Building dengan memanfaatkan solarcell untuk sumber listrik dan taman terbuka hijau untuk reduksi UV serta sirkulasi O2. (ar/edt.tm,aj/dokumentasi dan desain ar)