PUSPIPTEK

ORNM Dukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Poltek Nuklir

Tangerang Selatan, Humas BRIN. Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) Badan Riset dan Inovasi (BRIN) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu (15/6) di Kawasan Sains Teknologi (KST) Serpong. Acara ini digagas dalam rangka menjawab permintaan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) untuk membahas tentang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pertemuan ini dihadiri oleh akademisi Poltek Nuklir dan Kepala Pusat Riset (PR) di lingkup ORNM BRIN.

Dalam acara ini, ORNM mempresentasikan struktur organisasi dan program riset yang sedang dilakukan, sedangkan Poltek nuklir memperkenalkan Program Studi (Prodi) dan rencana program MBKM.

Wahyu Bambang Widayatno, Kepala PR Material Maju, memberikan sambutan mewakili Kepala ORNM. “Pada pertemuan ini kami memperkenalkan tiga PR yang ada di ORNM, yaitu Material Maju, Kimia Maju, dan Teknologi Polimer. Saya berharap kita dapat berdiskusi dan memberikan manfaat bagi kita semua,” terangnya.

ORNM memiliki 7 pusat riset yang memiliki tugas menyelenggarakan tugas teknis penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi di bidang nanoteknologi dan material sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“PR Material Maju memiliki 8 ruang lingkup dan 14 kelompok riset. Sivitas kami ada di Serpong, Bali, dan Bandung. Saat ini kami juga melakukan kerja sama dengan beberapa perusahan terkait litbang yang sedang kami kembangkan seperti cat anti radar, rumah komposit dan ini sudah dipasang di dearah Serang dan Labuhan Bajo, baterai, serta keramik,” ujar Wahyu dalam paparannya.

Pada kesempatan ini, perwakilan PR Kimia Maju, Roni Maryana, memaparkan profil pusat risetnya. “Ada 8 kelompok riset dengan sekitar 80 periset. Ruang lingkup secara umum terdiri dari 13, diantaranya senyawa kimia berbahaya, senjata kimia, kimia anorganik dan organik, katalis, senyawa kimia adi, pengembangan minyak atsiri, surfaktan, kimia mokromolekul, kemurgi, kimia nutrasetikal, biokimia, dan teknologi proses kimia”.

“Saat ini sedang dikembangkan sensor untuk berbagai bahan organik maupun anorganik dan memiliki kerjasama dengan ITB melalui skema kolaborasi riset, serta kelompok riset katalis yang lebih fokus kepada zat-zat aktif yang memiliki nilai lebih di pangan,” jelasnya.

Turut menyampaikan profil satuan kerjanya, hadir Kepala PR Teknologi Polimer, Joddy Arya Laksamono. “PR ini memiliki 4 ruang lingkup dan 4 kelompok riset. Saat ini kami berkolaborasi dengan PR Material Maju dalam pengembangan anti gempa dan rumah komposit, melakukan modifikasi polimer dengan karbon untuk ekstrasi logam tanah jarang, dan masih ada beberapa kegiatan lainnya,” urainya.

Poltek nuklir memiliki 3 prodi yakni Elektro Mekanika, Elektronika Instrumentasi, dan Teknokimia Nuklir. Perwakilan rombongan, Sutanto, selaku Ketua Prodi Elektronika Instrumentasi Poltek Nuklir, memberikan tujuannya berkunjung ke ORNM.

“Pada kesempatan ini kami ingin mendiskusikan rencana MBKM dan mendapatkan informasi detail tentang litbang yang ada di ORNM. Tujuannya agar mahasiswa Poltek Nuklir dapat belajar secara langsung di laboratorium terkait dengan kegiatan riset, yang nantinya akan menjadi pembelajaran bagi mahasiswa, sehingga setelah lulus mahasiswa kami siap dengan komptensi-kompetensi yang diharapkan di dunia kerja,” tuturnya.

Berdasarkan diskusi FGD ini, akademisi mengharapkan adanya kerja sama agar mahasiswa Poltek Nuklir dapat melaksanakan MBKM/tugas belajar/magang ataupun riset asisten.

“Mahasiswa pada semester 7 dapat melakukan MBKM selama satu semester, hal ini berkaitan juga dengan tugas akhir pada semester 8. Ini juga berhubungan dengan program Deputi Bidang SDM yaitu program riset asisten dimana akan kontrak selama 1 tahun” tambah Sutanto.

“Dalam program MBKM ini mahasiswa dibebaskan dalam pemilihan tempat magang dapat di industri, internal BRIN, lembaga litbang, dan lain-lain. program kami juga ada kegiatan pengabdian masyarakat,” jelas Kepala Prodi Elektro Mekanika, Totok Dermawan.

“MBKM ini termasuk kerja praktek lapangan dan mahasiswa diwajibkan membuat laporan serta mahasiswa memiliki target atau capaian dari MBKM dengan mempresentasi hasil MBKM selama 6 bulan,” lanjutnya Totok.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Prodi Teknokimia Nuklir, Kartika Megasari, mengharapkan keberlanjutan program MBKM. “Melalui MBKM, mahasiswa kami bisa belajar tidak hanya melalui dosen, tetapi juga dari luar, sehingga dapat menambah wawasan mereka. Kami harapkan bisa berlanjut dalam program riset asisten yang akan dimasukan kedalam kegiatan semester 8,” ucapnya.

Mengenai mekanisme pelaksanan proses MBKM, akan ada penunjukan dosen pembimbing dari pihak ORNM dan Poltek Nuklir. Pada akhir sesi FGD, para akademisi Poltek Nuklir melakukan kunjungan singkat ke fasilitas yang ada di PR Material Maju Serpong. (esw/ ed: adl)