PUSPIPTEK

Pengambilan data kajian Efisiensi Energi, Material, Air dan manajemen limbah di PT Garuda Food di Unit Pati oleh tim PR Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup

Tangerang Selatan – Untuk menyampaikan tujuan-tujuan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola organisasi (LST) (environmental, social, governance goals / ESG) serta pencapaiannya secara periodik atau berkala (tahunan) maka diperlukan penyusunan Sustainability Reports atau Laporan Keberlanjutan. Disusunnya Sustainability Reports atau Laporan Keberlanjutan ini dapat menggambarkan perencanaan untuk keberlanjutan, dimana perencanaan disini sebagai siklus, dan menggambarkan tujuan atau komitmen, kebijakan, rencana, strategi, hasil operasi, monitoring dan evaluasi suatu organisasi.

Pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2022, Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (Pusat Riset SPBPDH) BRIN Kelompok Riset Bioindustri Berkelanjutan & Teknologi Kimia Hijau melakukan pengambilan data di PT. Garuda Food BU Pati dalam rangka melakukan kajian efisiensi energi, material, air dan manajemen limbah. Kajian ini dilakukan dalam rangka melakukan pendampingan bagi PT. Garuda Food dalam menyusun Sustainability Report atau Laporan Keberlanjutan.

Kepala Pusat Riset SPBPDH BRIN Nugroho Adi Sasongko, membuka acara tersebut dan dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh narasumber serta diskusi dan tanya jawab dengan peserta dari PT. Garuda Food BU Pati dalam acara penyamaan persepsi sebelum pengambilan data.  Jumlah peserta yyang terlibat sebanyyak 55 orang dari pegawai PT. Garuda food dan 8 orang tim Pusat Riset Berkelanjutan & Penilaian Daur Hidup BRIN.

Dalam paparannya, Nugroho menjelaskan Laporan Keberlanjutan (SR) merupakan laporan yang berisi informasi mengenai kinerja perusahaan pada aspek ekonomi, lingkungan dan sosial yang dilakukan dalam periode satu tahun. Dimana tujuan penyusunan Laporan Keberlanjutan adalah untuk mengkomunikasikan komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan dapat memberikan gambaran yang lebih luas dan terbuka pada seluruh pemangku kepentingan tentang kegiatan pembangunan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh perusahaan.  Untuk itu diperlukan data kinerja perusahaan terutama terkait penggunaan energi, air, material serta manajemen pengelolaan limbahnya.

Dillon menerangkan dalam scope perencanaan atau planning, terdapat siklus yang dimulai dari suatu tujuan atau komitmen. Dan semua bentuk perencanaan baik level negara, level korporasi, institusi, kementrian, atau lembaga pasti memiliki dokumen-dokumen perencanaan yang berisi tujuan visi misi, komitmen, kebijakan, rencana aksi, strategi, hasil operasi, monitoring dan evaluasi, sehingga perencanaan tahun depan dapat belajar dari hasil output-output tahun ini. Hal ini mendasari pentingnya dokumentasi pencapaian setiap tahun dan pentingnya dokumentasi mengenai rencana dan tujuan awal agar dapat digunakan sebagai pembelajaran. (ind/edt.aj)