PUSPIPTEK

Peningkatan Kualitas Penanaman Modal Dengan Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Dalam Negeri

Tangerang Selatan, Humas Serpong 1 BRIN. Kementerian Investasi/BKPM melaksanakan kunjungan kerja ke Kawasan Sains Teknologi Serpong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada hari Kamis 14 April 2022. Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Bapak Kepala Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Nurul Ichwan beserta jajarannya. Dalam kunjungan kerjanya kali ini Kementerian Investasi/BKPM bertujuan untuk menggali informasi terkait peningkatan kualitas penanaman modal dengan pemanfaatan hasil riset dan inovasi dalam negeri dari para pemangku kepentingan seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya pengembangan riset dan inovasi terkait Hydrogen dan Baterai.

Kunjungan kerja ini disambut oleh Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Bapak Ratno Nuryadi dengan memperkenalkan struktur dari Organisasi Riset yang ada di Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Pusat Riset yang berada di bawah Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material yang berada di Kawasan Sains Teknologi Serpong. Dalam paparannya Ratno memaparkan beberapa strategi untuk mendukung riset dan inovasi di indonesia salah satu strategi nya adalah Open Platform untuk berkolaborasi dengan Pihak Luar. “Infrastruktur yang ada di BRIN terbuka untuk siapa saja dan bisa diakses baik oleh internal BRIN maupun eksternal BRIN, dengan melakukan kolaborasi sehingga mendorong periset luar, dari perguruan tinggi, Industri, dan pelaku usaha tertarik untuk menjadi periset di BRIN” ujar Ratno. Selain itu untuk SDM unggul bisa mendapatkan kesempatan merdeka belajar dan menjadi periset di BRIN dengan program degree by research yang berkolaborasi dengan universitas yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Para pelajar akan melakukan risetnya di BRIN, dengan Universitas sebagai promotor dan BRIN sebagai Copromotor. Setelah mencapai output dan kesepakatan para pelajar akan mendapatkan degree S2 maupun S3, juga membuka kesempatan pasca doctoral menghasilkan output yang lebih baik lagi. Untuk di Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Kelompok riset Baterai ada di Pusat Riset Material Maju mulai dari bahan baku sampai dengan aktivasi.

Pada kesempatan berikutnya Nurul Ichwan menjelaskan fungsi dari Kementerian Investasi/BKPM khusunya deputi perencanaan penanaman modal yang merupakan cikal bakal awal bisnis proses yang ada di BKPM, setiap pengembangan dari peluang investasi yang BKPM siapkan harus berdasarkan data dan fakta yang ada. Dalam sambutannya nurul menyatakan kemandirian dan efektifitas untuk mejembatani investor Investasi yang berkualitas itu adalah Investasi yang memiliki nilai kapital yang lumayan, Investasi yang membawa teknologi dan Investasi yang dapat memberikan kesempatan yang begitu luas untuk pelaku usaha. “Kekuatan kemandiarian industri di indonesia tidak akan pernah terjadi kalau tidak ada pemanfaatan teknologinya, karena teknologi nya berbasis pada teknologi milik orang lain atau milik investor, berangkat dari situlah kami ingin melakukan kolaborasi dengan stakeholder atau pemangku kepentingan dimana memilki basis kekuatan terhadap inovasi dan juga infansi dari hasil kajian-kajian yang berlimpah ruah namun tidak dilirik oleh sektor industri” ucap Nurul. Industri yang ada di Indonesia dalam konteks Investasi harus dipromosikan berdasarkan teknologi lokal, dan dapat merubah ekosistem industri yang ada dan memiliki kualitas yang bagus. Ketertarikan akan baterai dan nikel kimia harus dihilirkan karena berdasarkan data yang ada baterai hanya akan bertahan sampai 2030 dan akan berganti dengan hidrogen. Dari sisi kolaborasi BKPM ingin ada eksposure dari hasil-hasil inovasi dan invensi khususnya teknologi yang dimiliki oleh BRIN. Nurul memberitahukan rencana BPKM tahun depan akan melakukan kegiatan Inventor, Inovator dan Investor peneliti. “Disitulah kami memberikan kesempatan kepada peneliti untuk menunjukan hasil risetnya yang mampu berkontribusi terhadap penguatan industri” ujarnya.

Barman selaku wakil kepala pusat riset konversi dan konservasi energi juga berkesempatan memaparkan tentang pengembangan teknologi fuel cell dan hydrogen yang ada di BRIN, dimana riset tentang fuell cell dan hydrogen sudah berjalan lebih dari 15 tahun. Dalam penelitian tersebut telah dikembangkan stack fuel cell, katalis, membrane dan komponen FC lainnya, produksi hydrogen dan aplikasi FC dan beberapa telah di patenkan. Dalam paparannya Barman menunjukan kendaraan-kendaraan berbasi Hudrogen seperti Motor Fuel Cell PEMC 500 W, Kendaraan Fuel Cell PEMFC 1 kW, dan Kendraan Hybrid PV dan Fuel Cell PEMFC 2.5kW, PV 200 Wp. Pada kesempatan kali ini para peserta kunjungan kerja juga mendapatkan penjelasan tentang Produksi Hidrogen, Konsep Hidrogen Hijau sampai dengan Pengembangan Konsep Green Hydrogen serta kegiatan charging station dan management system seperti prototype dan model hilirisasi.

Kegiatan ini juga menjadikan ajang pengenalan pusat-pusat riset yang ada di BRIN khususnya di Kawasan Sains Teknologi Serpong, beberapa kepala pusat riset hadir dan memaparkan profil dan kegiatan riset yang dijalankan di pusat risetnya masing-masing. Setelah disambut di Ruang serbaguna Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi, para peserta kunjungan berkesempatan menguji coba kendaraan listrik yang ada dan melihat proses fuel hydrogen dengan uji coba yang menghasilkan balon hidrogen serta berkesempatan mengunjungi pusat riset ketenaga nukliran. rdt/edit aj