PUSPIPTEK

Training Internal Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan Dan Peniliaian Daur Hidup: Ekonomi Sirkular Dan Tingkat Komponen Dalam Negeri

Tangerang Selatan, Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan Dan Peniliaian Daur Hidup (PR SPBDH) rutin menyelenggarakan Training internal bagi SDM Iptek di lingkupnya secara daring, pada hari Kamis sampai Jumat, 12-13 Mei 2022.  Kali ini mengangkat Tema : Ekonomi Sirkular Dan Tingkat Komponen Dalam Negeri. Kegiatan ini dibuka Kepala PR SPBDH Nugroho Adi Sasongko, ST, M.Sc., Ph.D. Pada sambutannya Nugroho menyampaikan bahwa selain kegiatan ekternal, PR SPBDH juga fokus terhadap peningkatan SDM Iptek di lingkungannya melalui training dengan narasumber yang melibatkan periset internal .

TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri diambil dari istilah demand-nya yaitu P3DN yang merupakan singkatan dari Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dengan pasarnya adalah pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagai pemicu untuk kemandirian dan peningkatan daya saing industri nasional termasuk produknya.  Dari tarikan demand maka kemudian ada tarikan produksi yang disebut TKDN untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri nasional demikian disampaikan Dr. Dharmawan, M.Sc, Perekayasa Ahli Utama sebagai narasumber yang menjelaskan Kebijakan P3DN dalam Upaya Peningkatan Daya Saing Kemandirian Bangsa.

Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri mempunyai tujuan untuk mengurangi impor, meningkatkan penyerapan produk hasil industri dalam negeri, meningkatkan skala ekonomi industri sehingga memiliki daya saing tinggi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan menciptakan Bangsa Indonesia yang mandiri, demikian disampaikan Dharmawan pada acara internal training tersebut.

Sebagai salah satu lembaga pemerintah, Badan Riset dan Inovasi Nasional mempunyai peran penting dalam Pokja Tim Nasional P3DN yaitu sebagai Pokja Pemantauan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menko Maritim no 52 Tahun 2022 tentang Kelompok Kerja Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Pada sesi berikutnya Dr. Irhan Febijanto, M.Eng yang merupakan Peneliti Ahli Utama pada Pusat Riset Riset Sistem Produksi Berkelanjutan Dan Peniliaian  Daur Hidup menjelaskan detail tentang Cara Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri baik dari aspek cosed based maupun processed based.

Antusias peserta training internal kali ini sangat tampak jelas dengan banyaknya pertanyaan disampaikan dan direspon sangat baik oleh narasumber Dharmawan dan Irhan. Diskusi yang diikuti 93  sdm Iptek pun berlangsung sangat interaktif.  Peserta  tidak hanya berasal dari  Kawasan Serpong, namun juga terdapat peserta dari lain seperti Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur serta daerah-daerah lainnya

Pada akhir acara disampaikan narasumber bahwa peran lembaga libangjirap, dalam hal ini BRIN, menjadi sangat penting bagi perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas produknya diantaranya pada tahapan strategi pengembangan integrasi sistem dalam rangka perlindungan produk dalam negeri. AJ/edit NAS