PUSPIPTEK

Visit PLTU Suralaya

Pada tanggal 26 September 2022 Research Center for Sustainable Production Systems & Life Cycle Assessment (PR SPBPDH), bersama dengan perwakilan dari Western Australian Government dan Murdoch University menghadiri agenda kunjungan kerja dan diskusi PLTU Suralaya terkait tentang riset pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).

Dimulai dengan sambutan dari Kepala Pusat Riset SPBPDH, Director Western Australian Government, dan PT. Indonesia Power, Presentasi pertama oleh pihak Indonesia Power terkait  upaya optimalisasi pemanfaatan FABA telah  dilakukan setelah dikategorikannya FABA menjadi limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Rahmad Handoko, GM PT Indonesia Power, mengatakan sebanyak 600.000 ton FABA per tahun yang dihasilkan dari PLTU Suralaya, beberapa dimanfaatkan menjadi bahan bangunan seperti batako, paving block, hingga campuran semen. Harapannya penyerapan pemanfaatan FABA dapat terus meningkat dan tetap menjaga lingkungan.

Presentasi dilanjutkan oleh Assoc Prof. Martin Anda sebagai perwakilan dari Murdoch University. Prof Martin memperkenalkan Colliecrete, dengan tagline “build the future”. Colliecreate merupakan project yang bertujuan untuk memproduksi concrete dari limbah industrial. Dengan metode mereka, mengubah limbah industrial menjadi sumber daya yang berguna, mengurangi emisi karbon, serta menciptakan masa depan berkelanjutan untuk Collie dan Australia bagian barat. Salah satu highlight persamaan project Colliecrete ini adalah pemanfaatan FABA.

Setelah sesi  presentasi, terdapat sesi kunjungan ke area pemanfaatan FABA. Lokasinya masih di area PLTU Suralaya. Disana kita dapat melihat hasil-hasil yang dibuat seperti batu bata, paving block, hingga block berpori hasil riset bersama perguruan tinggi yang dapat menyerap air 30 kali lebih banyak. Proses produksi ditunjukkan dari proses awal FABA sebelum masuk ke mesin pencetaknya, sampai proses pemadatan, hingga terlihat hasil yang terbentuk.(nas/edt.aj/desainfoto.ar)